“Apa yang ditakdirkan untukmu tidak akan pernah melewatimu. Dan apa yang melewatimu, memang tidak ditakdirkan untukmu.” (Imam Al-Ghazali)
Masa depan itu lucu, ya?
Kita nggak tahu isinya apa, tapi tetap aja kepikiran.
Kadang bikin semangat, kadang malah bikin overthinking.
Ada harapan yang diam-diam kita tanam, tapi juga ada kekhawatiran yang pelan-pelan tumbuh.
Takut gagal. Takut salah langkah. Takut nggak sesuai ekspektasi.
Padahal, kita belum ke sana. Tapi rasanya kayak sudah lelah duluan. Banyak hal dalam hidup ini nggak bisa kita kontrol. Kita bisa punya rencana A sampai Z, tapi ujungnya tetap: yang terjadi adalah apa yang Allah kehendaki. Dan itu bukan hal yang perlu ditakuti karena Allah nggak pernah salah kasih skenario.
Kadang, hal-hal yang kita harapkan justru menjauh. Orang yang kita perjuangkan pergi. Mimpi yang kita kejar tak kunjung terwujud. Lalu kita berpikir, "Apa aku kurang usaha? Apa aku nggak layak?"
Tapi bukan. Bukan karena kamu kurang.
Tapi karena Allah sedang melindungi kamu.
Dari sesuatu yang bukan untukmu. Dari kemungkinan yang kamu belum tahu.
Mungkin sekarang belum waktunya.
Mungkin sekarang kamu sedang disiapkan dulu.
Mungkin jalanmu memang lebih panjang, tapi pemandangannya lebih indah nanti.
Kalau masa depan masih kelihatan samar, itu wajar.
Kalau kamu belum tahu mau ke mana, itu manusiawi.
Kadang hidup memang bukan tentang punya semua jawaban sekarang,
tapi tentang punya keberanian untuk tetap jalan, meski masih belum tahu ujungnya.
Boleh capek. Boleh nangis. Boleh takut. Tapi jangan berhenti. Pelan-pelan aja, tapi terus. Karena yang penting bukan siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang tetap yakin dan sabar, meski jalannya penuh tikungan dan nggak selalu terang.
Jadi…
Tarik napas.
Tenangkan hati.
Dan bisikkan dalam doa:
"Ya Allah, aku nggak tahu masa depan akan seperti apa. Tapi aku percaya, kalau aku jalan bareng-Mu, aku nggak akan tersesat."
Komentar
Posting Komentar