Jakarta, 9 September 2025 – Hari ini, Ibu Kota kembali dipadati aksi demonstrasi mahasiswa yang menyoroti berbagai isu nasional. Setidaknya ada tiga titik utama unjuk rasa yang menjadi pusat perhatian, yakni di depan Gedung DPR/MPR RI Senayan, kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, dan Stasiun Gambir. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai aliansi, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Universitas Islam Negeri (UIN), turun ke jalan dengan membawa semangat “#RakyatTagihJanji.”
Aksi dimulai sejak pagi hari dengan long march mahasiswa menuju titik kumpul di depan DPR RI. Massa membentangkan spanduk besar bertuliskan tuntutan mereka, mulai dari penghapusan tunjangan pejabat DPR, percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga penghentian kriminalisasi terhadap aktivis yang kritis. Orasi disampaikan bergantian oleh tokoh mahasiswa, di antaranya Ketua BEM UI, Muhammad Alfarizi, S.Sos., serta Koordinator Lapangan, Siti Nurhaliza, M.A., dari UIN Jakarta.
Dalam pidatonya, Alfarizi menegaskan, “Kami datang bukan untuk membuat gaduh, melainkan untuk menagih janji-janji yang sudah lama diucapkan pemerintah dan wakil rakyat. Aspirasi mahasiswa adalah aspirasi rakyat yang tidak boleh diabaikan.” Sementara itu, Siti menambahkan, “Kami berdiri di sini untuk memastikan bahwa suara rakyat kecil tetap terdengar. Jangan sampai kebijakan yang dilahirkan justru menyakiti mereka yang seharusnya dilindungi.”
Kondisi di sekitar Gedung DPR cukup padat dengan penjagaan aparat keamanan. Polda Metro Jaya mengerahkan lebih dari 4.000 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Satpol PP untuk memastikan aksi tetap berjalan aman dan kondusif. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Endra Zulpan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa aparat mengedepankan pendekatan persuasif. “Kami memahami mahasiswa ingin menyampaikan pendapatnya. Kami akan kawal agar aksi tetap berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu kepentingan publik,” ujarnya.
Selain di DPR, titik demonstrasi lain juga berlangsung di kawasan Patung Kuda dan Gambir. Di Patung Kuda, mahasiswa menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan ketidakadilan sosial, lengkap dengan poster dan puisi yang menyindir elit politik. Sementara di Gambir, aksi lebih difokuskan pada pembacaan pernyataan sikap yang kemudian diserahkan kepada perwakilan pemerintah daerah.
Meski sempat terjadi dorong-dorongan kecil di dekat pagar DPR ketika massa mencoba merangsek lebih dekat, situasi cepat dikendalikan aparat. Selebihnya, aksi berjalan dengan damai. Beberapa mahasiswa bahkan menyempatkan diri membagikan bunga kepada polisi sebagai simbol bahwa perjuangan mereka bukan untuk kekerasan, melainkan keadilan. Bagi masyarakat yang melintas, aksi ini menyebabkan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama Jakarta sempat tersendat. Namun, rekayasa lalu lintas segera dilakukan oleh pihak kepolisian sehingga kendaraan dapat dialihkan ke jalur alternatif.
Menurut rencana, aksi mahasiswa akan berlangsung hingga sore hari dengan agenda penyerahan tuntutan secara resmi ke pihak DPR. Para orator menegaskan bahwa demonstrasi akan terus digelar jika janji-janji reformasi tidak segera dipenuhi. “Kami tidak akan berhenti. Selama masih ada ketidakadilan, mahasiswa akan terus bersuara,” seru salah seorang orator di tengah kerumunan.
Demonstrasi hari ini mencerminkan bahwa suara mahasiswa masih menjadi motor penting dalam mengawal demokrasi. Mereka datang untuk menyuarakan rakyat dan membawa perdamaian. Dengan mengusung semangat damai, mereka berupaya menunjukkan bahwa kritik bisa disampaikan dengan cara beradab, sembari tetap menjaga ketertiban publik.
Sumber:
Merdeka.com – Tiga Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Ribuan Personel Dikerahkan
Suara.com – Demo 9 September 2025: BEM UI dan UIN Kepung DPR Lagi, Tagih Janji Realisasi Tuntutan

Komentar
Posting Komentar