Langsung ke konten utama

Ribuan Jemaah Ikuti I’tikaf Ramadan di Masjid Istiqlal

 

Ribuan Jemaah Ikuti I’tikaf Ramadan di Masjid Istiqlal, Menghidupkan Malam-Malam Terakhir Penuh Keimanan



Menjelang sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, ribuan umat Islam memadati Masjid Istiqlal, Jakarta, untuk mengikuti kegiatan i’tikaf. Kegiatan ini berlangsung setiap malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan dan menjadi salah satu momen spiritual yang paling dinantikan oleh umat Islam yang ingin meningkatkan ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

I’tikaf merupakan ibadah dengan cara berdiam diri di masjid sambil memperbanyak amalan seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, zikir, dan doa. Di Masjid Istiqlal, kegiatan ini diselenggarakan secara terbuka bagi masyarakat umum dan difasilitasi oleh pengelola masjid agar para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.

Pelaksanaan i’tikaf di Masjid Istiqlal dimulai setelah salat Isya dan salat Tarawih berjamaah hingga menjelang waktu sahur. Ribuan jemaah dari berbagai daerah datang untuk merasakan suasana ibadah di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut. Tidak hanya warga Jakarta, banyak juga jemaah dari luar kota yang sengaja datang untuk merasakan pengalaman spiritual di Masjid Istiqlal selama Ramadan.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menjelaskan bahwa kegiatan i’tikaf menjadi salah satu cara umat Islam menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan yang penuh keutamaan. Ia mengatakan, “Sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.”

Ia juga mengajak para jemaah untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperbanyak ibadah dan doa. “I’tikaf bukan hanya tentang berdiam diri di masjid, tetapi juga tentang memperbaiki hati, memperbanyak zikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, pengelola Masjid Istiqlal juga menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan jemaah, seperti area istirahat, layanan kebersihan, serta konsumsi sahur sederhana. Selain itu, para jemaah juga dapat mengikuti berbagai kegiatan keagamaan seperti kajian Ramadan, tadarus Al-Qur’an, serta tausiyah dari para ulama yang diundang secara khusus.

Suasana khusyuk terlihat dari para jemaah yang memenuhi ruang utama masjid. Sebagian membaca Al-Qur’an, sebagian lainnya melaksanakan salat sunnah, dan ada pula yang duduk berzikir dengan penuh ketenangan. Momen ini menjadi gambaran kuat tentang bagaimana Ramadan mampu menghadirkan semangat ibadah dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan i’tikaf ini, Masjid Istiqlal tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya umat Islam untuk memperkuat iman dan memperdalam makna spiritual Ramadan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan pengalaman religius yang mendalam bagi setiap jemaah yang mengikutinya serta menumbuhkan semangat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah setelah Ramadan berakhir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fasilitator #1M Youths Stop Bullying

Bangga rasanya bisa berkontribusi sebagai fasilitator dalam proyek #1M Youths Stop Bullying bersama Indika. Kesempatan ini bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan saya dalam fasilitasi, analisis masalah, dan pengembangan kapasitas anak muda. Setiap interaksi dan pengalaman di proyek ini memberikan pelajaran berharga yang tak ternilai. Sebelum benar-benar terjun ke kegiatan dengan anak-anak muda, kami mengikuti Training of Trainers (TOT) pada 7 September 2025 di Ruber Ilab, Jakarta Selatan. TOT ini menjadi momen penting untuk mendalami berbagai topik, mulai dari global citizenship, teknik analisis masalah dengan problem tree, hingga metode fasilitasi yang efektif. Para trainer berbagi pengalaman dan wawasan praktis yang sangat bermanfaat. Tidak hanya membekali kami dengan teori, tetapi juga memberikan contoh nyata bagaimana menciptakan ruang yang inklusif, aman, dan memberdayakan bagi peserta. Saya merasa terinspirasi oleh semangat pesert...

Indika Foundation dan Ruber Innovation Lab hadirkan program GerakDampak Academy #1MYouthsStopBullying untuk membangun sekolah yang lebih aman dan inklusif.

 Indika Foundation dan Ruber Innovation Lab hadirkan program GerakDampak Academy #1MYouthsStopBullying untuk membangun sekolah yang lebih aman dan inklusif. Jakarta, GNFI — Menurut hasil survei Ruber Innovation Lab bersama Forum OSIS Jawa Barat, sebanyak 30,6 persen siswa SMP–SMA di Jawa Barat pernah mengalami perundungan. Angka ini terlalu besar untuk diabaikan, mengingat dampak bullying yang serius dan berbahaya. Karena itu, dibutuhkan upaya nyata dan berkelanjutan untuk mencegah dan menekan praktik perundungan di lingkungan pendidikan. Sebagai langkah konkret, Indika Foundation bersama Ruber Innovation Lab menghadirkan Mini Bootcamp GerakDampak Academy #1MYouthsStopBullying yang diikuti oleh 78 siswa SMA/SMK/MA se-Jabodetabek secara daring melalui Zoom Meeting. Program ini menjadi wadah bagi anak muda untuk mengasah kapasitas, membangun motivasi, dan mendapatkan kesempatan menjadi agen perubahan dalam mencegah bullying di lingkungan pendidikan. Dalam pelaksanaannya, program ini ...

Penguatan Potensi Mahasiswa KIP Kuliah untuk Sukses Berkarya Meraih Masa Depan

  Penguatan Potensi Mahasiswa KIP Kuliah untuk Sukses Berkarya Meraih Masa Depan      Pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, saya mengikuti kegiatan Pembinaan Mahasiswa Tingkat Akhir KIP Kuliah dengan tema “Penguatan Potensi Mahasiswa KIP Kuliah untuk Sukses Berkarya Meraih Masa Depan” . Kegiatan ini diadakan di Hotel Bigland Bogor dan dihadiri oleh mahasiswa sebanyak 200 orang yang berasal dari 14 kampus di Jakarta, Bogor, dan Depok. Sejak pagi, suasana sudah terasa hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak bersemangat, berbagi cerita perjuangan kuliah, dan siap menyerap setiap materi yang disampaikan oleh para alumni inspiratif.      Acara dimulai pukul 09.00 dengan sambutan hangat dari panitia, dilanjutkan dengan sesi sharing dari alumni KIP Kuliah yang telah sukses di berbagai bidang. Beberapa dari mereka menjadi dosen, profesional di perusahaan ternama, atau penerima beasiswa LPDP. Mereka menceritakan perjalanan hidupnya, tantangan yang dihad...